Palangka Raya,Radar Tribun – Progres pekerjaan proyek cetak sawah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berjalan lambat. Hal ini terungkap dalam rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng.
Keterlambatan proyek disebabkan oleh minimnya alat berat yang tersedia di lapangan, meskipun dalam kontrak tertulis bahwa jumlah alat telah mencukupi. Dari target seluas 93.496 hektare, baru sekitar 67.149 hektare yang telah memasuki tahap kontrak kerja.
Rapat tersebut menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, termasuk revisi jadwal kerja, pemetaan ulang lahan, serta penguatan koordinasi antarlembaga. Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, terutama dengan tim pengawas dari universitas.
*Sanksi bagi Perusahaan yang Lambat*
Inspektur I Itjen Kementan, Andry Asmara, mengingatkan bahwa proyek cetak sawah harus sampai pada tahap akhir. Perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban seperti kurangnya alat berat atau lambat dalam pekerjaan akan dikenakan sanksi pemutusan kontrak.(Red)